Rabu, 05 Desember 2012

Penderita HIV AIDS di Kepulaun Meranti Meningkat

www.melibur.com
Kepulaun Meranti (Mb)-Bicara soal HIV/AIDS sama artinya kita membicarakan tentang penyakit masyarakat, dulu sebelum Selat Panjang menjadi kabupaten dan maju seperti sekarang ini, masalah ini tidak terlalu menyita perhatian publik. Sebelum kita jauh bicara soal HIV/AIDS kita lebih dahulu mengenal HIV/AIDS itu sendiri apa dan asal mula HIV/AIDS itu sendiri.

AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome yaitu beberapa gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) atau infeksi virus-virus lain sama yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain). sedangkan AIDS itu sendiri pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981, ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles.

Secara internasional statistik WHO memperkirakan bahwa lebih dari 33 juta orang terinfeksi HIV di seluruh dunia, dan 90% dari mereka berada di negara berkembang sedangkan di Indonesia jumlah kasus yang dilaporkan 1 Januari s.d. 30 Juni 2012 adalah HIV sebanyak 9883 kasus dan AID 2224 kasus sedangkan Riau HIV 1201 kasus dan AIDS 731 kasus.

Kadis Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, dr Irwan Suwandi melalui Kepala Bidang PMKL, dr. Ria Sari, mengatakan pada tahun 2004 sampai dengan bulan Agustus 2012 kasus AIDS di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 17 kasus, dari tahun 2007 sampai bulan Agustus 2012 kasus HIV sebanyak 21 kasus, dimana mereka sekitar 2 - 10 tahun lagi akan menjadi AIDS dengan prediksi penyebaran bahwa setiap 1 kasus AIDS ditemukan maka diprediksi terdapat 100 orang HIV yang sudah terinfeksi. Dengan kondisi ini maka diprediksi bahwa terdapat 1.700 orang yang bakal terinfeksi HIV, memang sungguh peningkatan angka yang mengejutkan banyak orang khususnya masyarakat Desa Bagan Melibur.

Penularan bisa terjadi melalui hubungan seksual dan IDU (penggunaan NAPZA suntik), hingga masuk ke dalam keluarga dari ibu hamil pengidap HIV kepada janin atau bayinya, dan bisa juga dari anggota pasangan ke pasangan yang tinggal di rumah, maka perilaku seseorang mempunyai peranan penting dalam penularan HIV/AIDS.

Dengan angka penderita yang makin meningkat di Kabupaten Kepulauan Meranti, penyakit masyarakat ini (HIV/AIDS) harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah setempat terutama instansi yang berwenang dalam hal ini tidak terkecuali kerjasama dengan masyarakat karena ini merupakan coreng hitam bagi kita semua.(fahri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Populer Post

 
Copyright@2012 Moeda Mandiri Cyber Team