Kamis, 06 Desember 2012

Misteri Siswa SMA Hilang, Di Temukan Di Rawa Bakau

www.melibur.com
Tempat Kejadian Perkara
Merbau (Mb)-Musibah ini menimpa pada Bunga (inisial) salah satu siswa SMA Negeri 1 Teluk Belitung, Bunga yang masih berumur 16 tahun ini duduk di kelas I SMA, tempat tinggalnya di Baran Melintang yang setiap paginya menyeberang lautan agar bisa berangkat ke sekolah yang jauhnya lebih kurang 10 Km dengan berjalan kaki. Di sekolah Bunga dikenal pendiam oleh temannya dan kurang bergaul sesama teman selokal.

Awal mula kejadian Bunga masuk sekolah dan belajar seperti biasa, setelah pelajaran pertama selesai, siswa-siswa termasuk Bunga keluar sejenak menunggu pelajaran selanjutnya, guru bahasa inggris pun datang tepatnya jam 09:00 WIB dan semua siswa masuk ke kelas kecuali Bunga, ketika pelajaran akan dimulai guru mengabsen dikarenakan tasnya masih ada di atas meja belajar jadi temannya menyangka kalau Bunga  hanya keluar sebentar tapi setelah jam pelajaran selesai sekitar jam 10:00 WIB dan Bunga pun tidak kunjung masuk ke kelas.

Kepanikkan pun timbul satu sekolah heboh atas kehilangan, beberapa murid dan guru ikut membantu mencari Bunga tidak ketinggalan abang kandung Bunga yang duduk di kelas III IPS, dia berusaha memeriksa tas ternyata telpon seluler adiknya masih ada di dalam tas. “Sudah keliling kami mencari kerumah warga sekitar, bahkan di dalam rawa bakau tepat di belakang sekolah”. Kata Rifandi yang bekerja sebagai honorer di sekolah. Rifandi yang juga merupakan  penjaga sekolah tidak merasa aneh dengan sekolah tersebut, terkadang rifandi mengaku setiap sore dia selalu berada di sekolah untuk melakukan tugasnya(5/12).

Jamal lelaki separuh baya yang juga orang pintar yang tinggal tidak jauh dari sekolah mengatakan bahwa anak tersebut masih sekitar sekolah. Akhirnya Bunga baru ditemukan di belakang sekolah dalam rawa bakau sekitar pukul 15:00 WIB sore oleh M. Arif, S.Pd sebagai guru olahraga yang mengajar di sekolah siswa SMA Negeri 1 Teluk Belitung.

Saat Bunga ditemukan, dia terbaring lemah di lumpur, air pasang tepat dibatas leher dan hampir menenggelamkannya sedangkan kaki terapung-apung. ” Terdengar dari kejauhan suara rintih minta tolong, dan kami berusaha mencari dari mana datang suara itu, ternyata suara itu berasal dari Bunga yang sudah terkulai lemah, matanya merah dan wajahnya pucat, awalnya aku takut untuk membantu mengangkatnya tapi berkat sedikit ilmu, aku baca beberapa ayat suci al-quran dan baru berani menghampirinya”. kata M. Arif, S.Pd yang juga tinggal di mengkopot.

Setelah ditemukan Bunga  tampak lemah dan tidak mampu bicara sepatah katapun warga dan teman-temanya membawa kerumah warga yang terdekat, agar bisa dibersihkan dari lumpur yang mengotori seluruh tubuh Bunga  serta diberi minum dan makan oleh warga, khawatir atas musibah yang menimpa Bunga pun dibawa ke puskesmas Teluk Belitung. Bunga dirawat inap dan mendapatkan perawatan sebaik mungkin.

Keesokan hari, kamis tanggal 06 desember 2012, guru-guru termasuk tati wahyuni, S.pd sebagai kepala sekolah SMA Negeri 1 Teluk Belitung datang menjenguk Bunga sekitar jam 09:00 WIB Bunga dibolehkan pulang oleh dokter puskesmas tersebut. Dari keterangan tati wahyuni, S.pd bahwa belakangan diketahui bahwa Bunga dari keluarga sederhana, ibunya yang lagi sakit keras . Mungkin dikarenakan masalah dalam keluarga menjadikan dia seorang yang pendiam, suka menyendiri dan kurang bergaul dengan teman sekolahnya sehingga hal-hal yang berbau mistis mudah merasukinya dikala pikirannya lagi kosong.(fahri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Populer Post

 
Copyright@2012 Moeda Mandiri Cyber Team