Sabtu, 08 Desember 2012

Misteri Rumah Kosong

www.melibur.com
Melibur (Mb)- Ini merupakan pengalaman pribadi yang terjadi sekitar 2 tahun yang lalu. Pulang dari kuliah biasanya bertemu teman SMA, salah satu teman SMA yang kerap di panggil Adam mengajak untuk menemaninya tidur di rumah tetangga yang tidak jauh dari rumahnya. Tanpa berpikir panjang karena sudah lama tidak berjumpa jadi timbul rasa kangen untuk bercanda tawa.
Pulang kerumah dan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan seperti selimut dan makanan ringan. Tidak ada rasa aneh sedikit pun yang terlintas dipikiran,  sesampainya di rumah Adam, terlihat Adam sudah menunggu dengan membawa kasur dan bantal, disandangnya tas laptop dan minuman ringan yang diperoleh dari malaysia karena terkadang orang tuanya membeli barang bekas disana.

Malam itu bulan tidak tampak, tanpa penerang jalan dengan berjalan tertatih-tatih menuju rumah yang hanya di tempati semalam saja janji Adam, sesampai didalam rumah tersebut yang tidak jauh dari jalan umum, disetiap sudut rumah terlihat kosong tanpa ada perabotan hanya tinggal lemari yag terbuat dari kayu. Rumah yang tidak begitu besar tapi bisa menimbulkan aura negatif dikarenakan gelap, kosong tanpa penghuni.

Alas tikar dan kasur sudah dibentangkan siap untuk merebahkan badan, Adam mulai mengaktifkan laptopnya dan sedikit bercerita tentang rumah itu. Rumah yang sudah 3 kali bergantian penghuni yang menyewa hanya bisa bertahan beberapa hari dikarenakan selalu diganggu oleh hal-hal yang berbau mistis. Penghuni pertama sepasang suami istri mengaku pernah didatangi siang bolong oleh makhluk ghaib yang menyerupai suaminya semakin mendekat semakin membesar berubah jadi buruk rupa dan tiba-tiba menghilang sedangkan suaminya sedang bekerja disebuah perusahaan yang letaknya jauh dari rumah itu, penghuni hanya bertahan tiga hari dan akhirnya memutuskan untuk pindah.

Penghuni kedua adalah keluarga yang anaknya selalu nampak makhluk ghaib yang buruk rupa bermain di depan pintu rumah, merasa terganggu mereka pun pindah mencari kontrakan lain, sedangkan penghuni ketiga sepasang suami istri diganggu oleh suara-suara aneh yang terdengar dari luar seperti ada yang mencakar-cakar dinding rumah dan banyak kejadian aneh lainnya. Walaupun sang penghuni mengaku telah mencoba turun membawa sebilah parang panjang dan mengelilingi rumah dengan tujuan untuk mencari sumber bunyi aneh itu berasal tapi semuanya sia-sia penghuni tidak menemukan apapun dan mereka pun mencoba membaca ayat-ayat suci tapi tetap saja tidak mempengaruhi bahkan terdengar sesosok suara yang melantunkan ayat-ayat suci sama yang dibacakannya lebih fasih dan menjelang 3 hari mereka beranjak dari rumah yang penuh mistis.

Setelah diceritakan hal ini Adam masih tidak percaya atas semua cerita masyarakat sekitar jadi Adam mengambil keputusan untuk mencoba mengetahui sendiri. Rasa aneh pun mulai menyerang seluruh tubuh, bulu kuduk mulai merinding dan mata melirik kesana kemari, dengan perasaan takut yang muncul, suara mp3 dilaptop segera dikeraskan berniat untuk meramaikan suasana, dalam hati mengeluh “sial, kenapa baru sekarang ceritanya kenapa tidak dari tadi, ini sama saja seperti huka-huka acara di televisi” gumam dalam hati. Apa yang bisa dilakukan lagi, ingin pulang tapi hari sudah malam dan cukup jauh dari rumah.

Mencoba memberanikan diri, dengan bermodalkan sebuah kasur kami berdua tidur berdampingan. Pukul baru menunjukkan jam 21.00 WIB Adam mengantuk yang biasanya bergadang tapi tiba-tiba malam itu matanya terasa berat dan ingin cepat tidur. Mata ini pun tidak kunjung mengantuk, suara-suara aneh pun mulai terdengar dalam kamar seperti ada yang mengetuk pintu dan suara papan yang diobrak abrik dan langsung menyelubungi tubuh dengan selimut, sambil mencoba memejamkan mata terasa dari atas kepala ada sesuatu yang menghampiri, terlihat ada bayang-bayang semu yang membuat seluruh bulu roma berdiri tegak.

Perasaan takut disertai gangguan yang menyerang hingga jam 00:00 WIB mata pun tak kunjung mengantuk walaupun di paksa untuk tidur tapi tetap saja tidak bisa. Tersentak Adam bangun dari tidurnya tiba-tiba dia menggerutu “kenapa tidak bangunkan aku tadi, padahal aku sudah berteriak minta tolong tapi tetap saja tidak bisa”. Kata Adam yang merasa heran atas kejadian yang di alaminya, Adam bermimpi didatangi sesosok suara yang tidak tahu datang dari mana, mengatakan bahwa jika nanti mendengar sesuatu, jangan pergi tetap saja disini, selain itu juga Adam seperti diberi petunjuk bahwa ada sesuatu yang terjadi di rumah ini, Adam berusaha untuk mengingat kembali apa petunjuk yang diberi tapi tak bisa.

Suasana makin mencengkam karena terdengar suara yang pelan dan seperti suara perempuan menangis tersedu-sedu terus tanpa henti, suara tersebut diduga dari bawah kolong rumah. Kami kembali ketakutan berusaha berlindung dibalik selimut dan mencoba memejamkan mata, sekitar jam 03:00 WIB dini hari mata mulai terpejamkan.

Didalam mimpiku didatangi seseorang yang tidak dikenal bertubuh besar masuk dari depan rumah dan menunjukkan sesuatu yang tertanam di bawah pohon limau purut tepat di samping rumah sehingga pohon limau tersebut mati. Pagi pun menyonsong, bangun dan segera pulang membawa cerita mistis yang siap diceritakan kesemua orang, sampai di rumah Adam, ayahnya bertanya “apa kalian tidak mendengar suara yang aneh tadi malam?” tanya ayah Adam. “dengar, tapi pelan” jawab Adam. “kalau suara itu terdengar pelan berarti suara itu ada didekat kita tapi jika suara itu terdengar nyaring maka suara itu jauh posisinya”. kata ayah Adam.

Siang harinya perasaan penasaran itu belum hilang di benak kami, dengan berbekal informasi kami mencari orang pintar untuk mengatasi hal tersebut. Maka kami memutuskan untuk mendatangi Ustadz yang juga pernah jadi guru sewaktu SMA. Atas saran dari sang ustadz kami mencoba memberanikan diri untuk mendatangi kembali rumah tersebut pada malam hari. Berbekal informasi yang telah didapat dari sang ustadz kami siap mencoba melakukan apa yang telah diajarkan oleh Ustadz, dengan membaca ayat-ayat suci sambil mengelilingi setiap sudut dalam rumah dan menyiramkan dengan air putih yang sudah diberi do’a oleh Ustadz tersebut. Hampir setiap sudut telah disirami. Malam ini kami tidak lagi berdua tetapi ditemani oleh temannya Adam bernama Roy yang juga warga sekitar, Roy yang masih berumur 19 tahun ini sebelumnya tidak percaya kami berani tidur disana karena dia juga sudah tahu tentang rumah itu.

Canda tawa mengisi ruangan agar suasana jadi tenang. Tiba-tiba Roy mendengar seperti suara pintu rumah didorong dengan sangat kuat tapi hanya Roy yang mendengarkanya. Sampai keesokan hari tidak ada lagi kejadian yang menyeramkan seperti malam sebelumnya hanya saja terdengar suara lemparan batu di atas rumah sama seperti yang diungkapkan oleh ustadz bahwa jika rumah sudah dipagari dengan ayat-ayat suci, pasti akan dilindungi oleh Sang Maha Kuasa. Hingga malam selanjutnya tidak ada lagi yang mencoba menggangu penghuni rumah tersebut.(fahri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Populer Post

 
Copyright@2012 Moeda Mandiri Cyber Team