Senin, 03 Desember 2012

Mendiskriminasikan Anak Daerah, Energi Mega Persada di Boikot Warga

www.melibur.com
Warga Boikot EMP Malcca Strait
Pulau Padang (Mb)-“Diskriminasi” itulah yang dirasakan para karyawan yang berasal dari Pulau Padang Kabupaten kepulauan Meranti  yang bekerja di PT. Kondur Petrolium yang sekarang berganti nama menjadi Energi Mega Persada Malacca Strait SA (EMP-MSSA). Mereka  telah bekerja di perusahaan ini selama puluhan tahun tetapi belum di angkat menjadi karyawan tetap.
Melalui  Front Komunikasi Masyarakat Berdaulat (FKMB) –Pulau Padang para karyawan menyuarakan aspirasi yang selama ini belum bisa mereka lakukan karena takut akan intimidasi dari pihak perusahaan yang berujung pada pemecatan.
Pihak perusahaan melalui Kepala humas Energi Mega Persada Heru Handono berdalih "Kami justru mendukung penerimaan tenaga kerja lokal menjadi karyawan tetap di perusahaan. Sebab dengan begitu, perusahaan lebih efisien, meski mengutamakan pekerja lokal kata Heru, perusahaan tetap harus patuh pada UU dan aturan yang berlaku. "Lantaran itu, proses rekruitmen yang dilakukan juga musti mengacu pada aturan main itu. Termasuk soal syarat bekerja di perusahaan minyak dan gas bumi (migas)," katanya.(Sumber katakabar.com)
www.melibur.com
Unjuk Rasa Buruh Pulau Padang
FKMB-Pulau Padang sendiri adalah Organisasi yang berada di Kabupaten Kepulaun Meranti, dengan elemen pendukung antara lain: OPP(Organisasi Pemuda Pedas),FKM(Forum Komunikasi  Masyarakat),FNBI(Forum Nasional Buruh Indonesia),FPKMS (Forum Produksi Kontraktor Malcca Strait),ID(Ikatan Drever),PERPAT(Persatuan Pemuda Tempatan),STR (Serikat Tani Riau),PRD(Persatuan Rakyat Demokratik), IPB (Ikatan Pemuda Bersatu),PUK(Pengurus Unit Kerja), MM(Muda Mandiri),HIPMAM(Himpunan Mahasiswa Merbau),Persatuan  Pemuda Mayang Sari,Persatuan Pemuda Sungai Anak kamal.

Selain menyuarakan tuntutan buruh, FKMB-Pulau Padang juga menuntut agar pihak perusahaan menyelesaian sengketa tanah, antara 21 KK masyarakat Desa Lukit dengan EMP (Energi Mega Persada) Malacca Strait SA.Transparansi dana dan program CSR juga merupakan point penting  yang menjadi tuntutan unjuk rasa.

“Kepedulian 13 elemen yang tergabung di FKMB-Pulau  padang terkait persoalan buruh dan sosial yang terjadi  di emp selama 26 Tahun beroperasinya migas di pulau padang,tidak mendapat perlakuan yang layak baik di tingkat buruh maupun sosial. Harapan masyarakat sektor migas yang berada di pulau padang sudah mempunyai ketentuan yang ditetapkan bersama mengenai recruitment dan pengangkatan karyawan tetap sesuai dengan Peraturan daerah yang berlaku, artinya dalam hal ini pihak perusahaan tidak memandang rendah skill anak daerah. Tegas ketua Front Komunikasi Masyarakat Berdaulat Pulau Padang Muis, kepada MeLibur.Com, Sabtu (1/11).
www.melibur.com
FKMB-Pulau Padang Suarakan Aspirasi Buruh
Kondisi aksi unjuk rasa sendiri berjalan dengan aman dan tertib, massa disambut baik oleh pihak perusahaan yang diwakili oleh Pihak manajemen lokal Sutedja Eddy Saputra selaku Area Manager Energi Mega Persada Malacca Strait SA. Dalam pertemuan tersebut turut  hadir Drs. Asroruddin, M.Si selaku camat Merbau sebagai mediasi, Dari pertemuan tersebut di sepakati bahwa :
  1. Diadakan pertemuan lanjutandengan pihak manajemen Jakarta EMP MSSA pada Tanggal 21 Desember 2012 di Jakarta.
  2. EMP MSSA menyatakan tidak akan memberikan surat peringatan kepada pekerja yang ikut dalam unjuk rasa dan pekerja akan kembali bekerja seperti biasa setelah unjuk rasa ini.
Massa akan kembali menduduki kantor perusahaan EMP MSSA yang berada di Pulau Padang jika seluruh tuntutan tidak di penuhi dan pihak perusahaan melanggar kesepakatan yang telah di buat.(MeLibur.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Populer Post

 
Copyright@2012 Moeda Mandiri Cyber Team