Kamis, 06 Desember 2012

Kepulaun Meranti Rawan Abrasi

www.melibur.com
Abrasi Pantai di Pulau Padang

Teluk Belitung (Mb)-Deburan ombak menjadi pemandangan yang indah disetiap pesisir pulau-pulau yang berada di Kepulauan Meranti.  Kabupaten yang terbagi menjadi Gugusan daerah kepulauan ini terdapat beberapa pulau besar seperti pulau Tebingtinggi (1.438,83 km²), pulau Rangsang (922,10 km²), pulau Padang dan Merbau (1.348,91 km²) dengan kondisi tanah alluvial dan tanah gambut, beberapa diantara nya  berhadapan langsung dengan selat malaka.

Dengan kondisi alam seperti itu banyak hal yang bisa mengguntungkan sekaligus merugikan alam Kabupaten Kepulaun Meranti itu sendiri. Jika dilihat dari sisi positif, banyak biota laut yang ditemukan di Kepulauan Meranti tidak ditemukan didaerah lain seperti ikan biyang, ikan lomek,ikan senunggang,ikan sembilang. Dengan hasil laut yang berlimpah inilah menjadi sumber pendapatan bagi para nelayan yang tinggal di pesisir kabupaten Kepulauan Meranti.
Jika ditinjau dari sisi negatif,  letak Topografi yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka membuat Kepulaun Meranti rawan dengan permasalahan Abrasi. Terdapat banyak titik rawan abrasi yang berada di Kepulauan meranti seperti Pulau Merbau dan Pulau Padang. Lambannnya penanganan dari pihak pemerintah membuat kondisi pulau-pulau di Kepulauan Meranti terkikis oleh deburan ombak.
www.melibur.com
Pemecah ombak sekaligus sebagai pelindung tanaman baru
Kondisi hutan Mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti sendiri terancam kelestariannya, penebangan liar dan perusakan lingkungan menjadi salah satu senjata pengikis  bagi keutuhan setiap jengkal luas wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Penanaman kembali (Reboisasi)hingga saat ini belum mampu memecahkan masalah dalam jangka pendek hingga jangka panjang, terbukti setiap tahunnya program pemerintah tentang penanaman tumbuhan Mangrove belum berhasil seratus persen. Perlu adanya perencanaan yang matang agar program ini terealisasi dengan baik, bukan sebagai Proyek Abadi untuk kepentingan bisnis.

Banyak jenis tanaman mangrove yang bisa ditanam di pesisir pantai Kepulauan Meranti antara lain : Siapi-api, bakau, nipah. Tumbuhan tersebut memiliki fungsi tersendiri dalam rantai kelestarian lingkungan pesisir pantai Kabupaten Kepulaun Meranti. Pohon bakau misalnya sebagi penahan deburan ombak, pohon Siapi-api sebagai penahan tanah sekaligus berfungsi meninggikan permukaan pantai.  Pohon nipah selain sebagai penahan tanah di sisi tebing juga merupakan pohon yang memiliki beragam manfaat dan kegunaan.(R*wyn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Populer Post

 
Copyright@2012 Moeda Mandiri Cyber Team