Selasa, 11 Desember 2012

EMP Malacca Strait Belum Sepenuhnya kantongi izin hutan kepulauan meranti

www.melibur.com
Hutan Pulau Padang
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) selaku induk usaha PT Kondur Petroleum SA yang sekarang berganti nama menjadi Energi Mega Persada Malacca Strait mengakui belum seluruhnya mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan RI.
Pihak ENRG menegaskan, area penambangan minyak dan gas (migas) perseroan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, yang belum mendapatkan izin pinjam pakai kawasan hutan, hanya sebagian kecil dari total area konsesi dan belum dalam tahap produksi.
Demikian disampaikan Investor Relation ENGR Herwin W. Hidayat seperti dilansir detikFinance, Minggu (10/4/2011) lalu.
“Dari hasil laporan tim di lapangan blok Selat Malaka di Riau Sumatera yang dioperasikan Kondur, hanya sebagian kecil dari area konsesi yang belum mendapat izin pinjam pakai. Kecil sekali,” kata Herwin.
Hingga kini, pihak Kondur juga terus memproses izin pinjam pakai kepada Kementerian Kehutanan. Dimana area yang belum mendapatkan izin, dipastikan Herwin, belum berproduksi. “Ini sama sekali tidak pengaruhi jumlah produksi. Ini hanya sebagian saja,” tambahnya.
Herwin pun tidak dapat memastikan bisa memperoleh izin pinjam pakai secara keseluruhan di area garapan Kondur Petroleum. Namun ia menegaskan perseroan akan menyelesaikan secepatnya.
Ia menyatakan, permohonan izin pinjam pakai yang dikerjakan Kondur Petroleum hanya meneruskan proses dari pemegang konsesi sebelumnya, yakni perusahaan migas asal Inggris, Lasmo. Herwin memastikan izin masih dalam proses, karena hanya meneruskan dari perusahaan pendahulunya.
“Dengan segera mendapatkan izin, tentu baik untuk semuanya. Ini segera produksi dan Production Sharing Contract (PSC) kepada pemerintah. Rata-rata produksi di blok Malaka 8.000-9.000 barel per hari, dimana ini total. Kondur memiliki 60,5 persen. Dan 39,5 persen milik CNOOC,” tegas Herwin.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan BP Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara  Baris Sitorus menyebut PT Kondur, yang terafiliasi dengan Grup Bakrie ini belum dapat izin pinjam pakai kawasan hutan. Meski belum memperoleh izin, pihaknya tidak bisa menghentikan operasi di Kepulauan Meranti tersebut.
Gubernur Riau Akui Belum Beri Izin
Sementara itu, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal, mengakui belum mengeluarkan rekomendasi pinjam pakai kawasan hutan di Kabupaten Kep Meranti untuk PT Kondur Petroleum SA guna eksplorasi Migas. Dengan demikian, secara otamatis perusahaan Bakrie Grup itu tidak memiliki izin pinjam kawasan hutan dari Menteri Kehutanan.
Kepala Biro Humas, Pemprov Riau, Chairul Riski seperti dikutip detikFinance, Senin (11/04/2011). Menurutnya, pihaknya telah meminta penjelasan kepada Dinas Kehutanan Provinsi Riau terkait izin pinjam pakai kawasan hutan di Meranti untuk perusahaan tersebut.
Menurut Riski, dari keterangan Dinas Kehutanan Riau, diketahui, bahwa PT Kondur baru mengajukan izin pinjam pakai kawasan hutan di Kabupaten Meranti pada Maret lalu. Pengajuan izin tersebut baru ditindak lanjuti pihak Dinas Kehutanan Riau awal bulan ini.
“Tim Dinas Kehutanan Riau baru turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi atas pengajuan PT Kondur tersebut. Jadi sejauh ini Gubernur Riau belum mengeluarkan rekomendasi pinjam pakai kawasan hutan,” kata Riski.
Kepala Perwakilan BP Migas, Wilayah Sumatera Bagian Utara, Baris Sitorus sebelumnya mengakui, PT Kondur belum mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan dari Menteri Kehutanan.
Hal itu mengacu pada UU Kehutanan Tahun 2009 yang baru keluar. Satu sisi perusahaan migas sebenarnya telah memenuhi peraturan yang berlaku sesuai UU Migas. “Kita melihatnya ini soal tumpang tindihnya sebuah peraturan. Namun demikian masalah perizinan ini akan diselesaikan,” kata Baris.(Sumber:riaubisnis.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Populer Post

 
Copyright@2012 Moeda Mandiri Cyber Team