Rabu, 21 November 2012

Masuk Tanpa Izin,Warga Tangkap Tim Pemetaan

www.melibur.com
MeLibur (Mb)-“Kecemasan”itulah yang terlihat dari raut wajah salah seorang tim pemetaan yang beberapa waktu lalu ditangkap oleh masyarkat pulau padang karena tidak bisa menunjuk surat izin yang sah untuk melakukan pemetaan lahan dipulau padang. (20/11/2012)
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh aparat setempat, Izin yang di tunjukkan oleh tim pemetaan adalah izin palsu dan tidak dilengkapi dengan berkas-berkas pendukung.


Menurut masyarakat Penangkapan ini bukan tidak beralasan, Izin yang ditunjukkan oleh tim pemetaan adalah izin untuk pengukuran lahan persawahan, kita ketahui pulau padang sendiri adalah lahan gambut yang tidak mungkin untuk di tanami padi”ungkap masyarakat pulau padang’. 



Penangkapan dilakukan setelah ada laporan dari masyarakat tentang aktifitas yang dilakukan oleh tim tersebut. Tim ini di tangkap di area hutan rakyat didesa Bagan Melibur, "kami melakukan pengukuran di Pulau Padang sudah 3 hari”ungkap salah seorang dari tim tersebut”.

Adanya kejanggalan inilah membuat masyarakat gerah, seperti diketahui beberapa waktu lalu Pulau Padang dihadapkan dengan konflik yang berkepanjangan dengan izin HTI PT. Riau Andalan Pulp and Paper. Jahit mulut hingga aksi bakar diri telah dilakukan masyarakat Pulau Padang untuk menolak beroperasinya PT.RAPP. bukan kesejahteraan yang didapat tetapi bencana yang akan menghadang jika PT. RAPP sampai beroperasi di Pulau Padang.

Kenakalan perusahaan yang menyerobot lahan masyarakat dan berulang kali mengirimkan tim pemetaan pengukur  tapal batas membuat masyrakat selalu waspada, setiap tim yang masuk ke Pulau Padang baik itu dari pemerintah maupun swasta.
www.melibur.com
Kerusakan Lingkungan yang di sebabkan oleh operasional PT. RAPP

Surat penghentian operasi sementara bukanlah jaminan masyarakat untuk bisa terlepas dari ganasnya mesin-mesin penghancur  lingkungan Pulau Padang. Masyarakat kini lebih waspada oleh ulah nakal oknum-oknum pemerintah sendiri dan PT. RAPP yang tidak bertanggung jawab. Masalah penyelesain konflik pulau padang dengan PT. RAPP  sendiri kini telah ditangani oleh dewan pertimbangan presiden.

Seluruh tim pemetaan yang berjumlah 6 orang kini telah di amankan petugas dari kepolisian untuk di interogasi, selanjutnya tim ini akan diserahkan ke masyarakat untuk penyelidikan lebih lanjut dan menunggu hasil perundingan dari utusan tim ahli dinas pertanian pusat.(mb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Populer Post

 
Copyright@2012 Moeda Mandiri Cyber Team