Minggu, 28 Oktober 2012

Bagaikan Bantar Gebang Selat Malaka Tercoreng

Melibur (Mb)-Inilah potret realita masyarakat yang kurang akan kesadaran terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan, dari ibu kota Negara hingga pelosok daerah,dari bantar gebang hingga selat malaka yang merupakan pesisir dari kabupaten Kepulauan Meranti sampah menjadi masalah utama yang belum terpecahakan. Siapakah yang harus disalahkan jika sudah begini?
Tumpukan Sampah di Pesisir pantai Selat Malaka
Mungkin semua pihak harus disalahkan karena dari teropong mata bersama sampah merupakan masalah yang harus ditemukan titik solusinya. Dari pihak pemerintah sendiri kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya karena pemerintahan sudah menetapkan, menerbitkan hingga menganjurkan pembuangan sampah harus pada tempat yang telah ditentukan, tapi itu di pusat ibu kota bagaimana yang didaerah khususnya kabupaten Kepulauan Meranti dan daerah-daerah terpencil. apakah selat malaka harus menjadi tong sampah terbesar didunia?
Pencemaran lingkungan akibat timbunan sambah
Di daerah Kabupaten Kepulauan Meranti  sendiri pemerintahan daerah juga sudah menganjurkan dan membuat   Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).  Pembakaran sampah bukan merupakan hasil solusi dari permasalahan sampah karena itu akan menimbulkan masalah baru yaitu polusi udara, Instansi terkait seharus nya lebih peka terhadap masalah ini.
Dari pihak masyrakat sendiri seharusnya memiliki kesadaran akan kebersihan dan pencemaran lingkungan, adanya kesadaran bersama akan menciptakan suatu pola dalam rantai kebersihan lingkungan.(R*wyn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Populer Post

 
Copyright@2012 Moeda Mandiri Cyber Team